TUMBUH

Aku lahir dari detak yang bukan milikku,
didorong waktu untuk berdiri
sebelum sempat belajar berdiri.

Hari-hari datang seperti ombak,
membasuh mimpi yang masih rapuh,
meninggalkan garam di pipi
tanpa pernah bertanya apakah aku siap.

Langit selalu tinggi,
tanah selalu menuntut jejak,
dan aku berjalan
menyusuri jalan yang sudah di tandai
jauh sebelum telapak kakiku terbentuk.

Di malam-malam panjang,
aku sering bertanya pada bintang
apakah semua tumbuh berarti bahagia?
atau hanya sekedar menjadi dewasa
dengan hati yang diam-diam lelah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AGUSTUS DI JALAN RAYA

Simfoni Senja

SULUK BINTANG LAUT