AGUSTUS DI JALAN RAYA

Agustus,
bendera kembali berkibar
tapi di jalan raya,
yang berkibar adalah poster-poster tuntutan
suara rakyat yang pecah jadi gelombang

Merdeka katanya,
tapi harga hidup makin mencekik,
pekerjaan menjerit,
mahasiswa menggenggam megafon,
teriakannya memantul dinding gedung-gedung kekuasaan

Aspal jadi saksi,
langkah kaki berderap seperti genderang perang.
tangan terangkat bukan sekedar hormat bendera,
tapi menuntut hak yang di janjikan dulu.

Agustus
bulan perayaan di atas panggung,
bulan perlawanan di tengah kerumunan,
sebab merdeka bukan hanya 17 Agustus,
tapi juga keberanian untuk berkata:
''Kami belum benar-benar bebas,
selama keadilan belum jadi milik semua masyarakat''

Di tulis pada saat terdapat sehubungan dengan peristiwa demo pada akhir bulan Agustus 2025


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simfoni Senja

SULUK BINTANG LAUT