SULUK BINTANG LAUT

Ia adalah bintang pertama
yang menyalakan malam keluarga,
cahayanya kecil,
namun cukup untuk menuntun arah.

Ia serupa bulan di tepi laut,
tenang namun penuh rahasia,
memantulkan cahaya yang tak pernah padam
meski gelap mencoba menelan.

Dalam dirinya mengalir air laut sunyi,
menyimpan badai yang tak selalu tampak,
namun dari pasangnya,
lahirlah nyanyian yang menentramkan.

Ia bukan sekedar penanda awal,
melainkan cakrawala
tempat doa terbit
dan kasih berlabuh

Untukmu wahai suluk sulung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AGUSTUS DI JALAN RAYA

Simfoni Senja